Sunday, April 29, 2012

Half of My Heart.

Somebody know how much volume of our heart? Or maybe somebody know how to measure volume of our heart? I want to know, if someone of you already knew.

Yap, I don't know how much exactly the volume of my heart. I don't know the space in my heart. And I don't know how much the usage too. I only know that I want do something but I feel unsure to make it real.

There's a reason. A reason that make me afraid to decide a decision. I'm not ready enough to face the same risk, at the last. But I know, I have to make a decision soon. I won't always feel guilty with you. Thanks for your understanding. Just give me time...


Half of my heart's got a grip on the situation
Half of my heart takes time
Half of my heart's got a right mind
To tell you that I...

Saturday, April 7, 2012

People(s).

"Apa yang kamu tabur maka itu yang kamu tuai" - anonymous

Pasti quotes itu sudah tidak asing ditelinga kita. Karna sejak dari kecil saya sudah sering mendengarnya. Apabila kita berbuat baik, maka kita akan menerima hal yang baik dan apabila kita berbuat tidak baik, begitu juga hal yang kita terima tidak akan baik. Begitulah kira-kira makna dari quotes tersebut.

Saya sangat mempercayai quotes tersebut. Dan hal itu memang benar adanya, karena saya sendiri telah mengalaminya dan sering melihat hal tersebut di sekitar kita.

Sampai beberapa minggu yang lalu, saya menjadi sanksi dengan apa yang saya percayai tersebut. Saya berusaha baik dengan siapapun, termasuk dengan orang yang membenci saya sekalipun. Bahkan saking kelewat baik saya sering menomorduakan diri saya sendiri. I'm just saying, not intend to show on.

Sebut saja seorang teman, yang saya bantu untuk menyelesaikan pekerjaannya. First, I'm so fine to help him. Sampai akhirnya pekerjaan kami selesai. Dan beberapa saat kemudian ada tambahan lagi yang jumlahnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan yang pertama. Kemudian dia meminta tolong saya lagi untuk mengerjakannya. Saat itu saya sedang membantu teman saya yang sedang dikejar dateline. Ya lagi lagi saya membantu orang lain. Well, I'm still fine to help him again.

Sampai saya sadar, ketika tengah menyelesaikan pekerjaan tersebut, saya melihatnya sedang berselancar ke dunia maya. Tidak satu atau dua kali, tapi konsisten dan terus menerus. Saat itu juga saya merasa dibodohi. Kebaikan yang selama ini saya lakukan, ternyata sudah disalahgunakan.

Begitu juga beberapa hari yang lalu, saat seorang teman meminjam account email saya. Saya membiarkannya menulis sendiri email yang ingin dia kirimkan ke semua divisi tersebut. Saya hanya melihat sekilas dan kemudian klik "send". Entah feeling atau apa, tapi saya sudah merasakan sesuatu yang kurang baik akan terjadi.

Beberapa jam kemudian ada email balasan. Saya agak kaget ketika email tersebut isinya sama persis dengan email yang dikirimkan tadi tapi kalimatnya sangat resmi dan formal. Saya mencoba memahami maksud email yang di reply to all tadi. It's means every people read it.

Dan voila, sepertinya orang yang membalas email tersebut, ingin mencontohkan bagaimana menulis email yang baik dan benar. Tapi kenapa harus di reply to all? Seolah-olah dia ingin memprovokasi orang-orang yang ada di mention email tersebut. Apa dia tidak tahu bagaimana caranya memberikan saran atau kritik yang benar?

Saya hanya bisa diam dengan penuh rasa kesal. Kemudian notifikasi email baru muncul. Rupanya atasan saya membalas email dari orang tersebut. Di email tersebut dia bercerita tentang bagaimana dia tidak puas dengan 'service' dari tim saya dengan alasan sms atau email yang kami berikan selalu terkesan singkat? Saya mulai heran. Singkat dari mana? Bukannya kami selalu membalas email yang kami kirimkan sesuai apa yang ditanyakan? Oh maaf saya mungkin tepatnya, karena saya tidak tahu bagaimana yang lain membalas email mereka.

Pekerjaan ini sebenarnya hanya additional job, yang pada kenyataannya berubah menjadi main job, mengalahkan yang lain. Saya selalu berusaha mengutamakan pekerjaan ini dan membiarkan pekerjaan utama saya sedikit terbengkalai karena ingin memberikan yang terbaik. I love to be perfectionist in my job. Terkadang saya harus menjadi orang yang menyebalkan buat orang lain karena tidak mau mengecewakan kepercayaan yang mereka berikan kepada saya. Okay mungkin karena begitu banyaknya yang meminta bantuan kepada saya, dan saya harus bisa menghandle pekerjaan tersebut, saya tidak berbasa-basi untuk menjawab email atau sms mereka. Tapi saya berusaha untuk menjelaskan semuanya secara rinci dan tentu saja sopan.

Tapi sekarang apa yang saya dapat? Mempermalukan saya dihadapan orang banyak? Saya tidak meminta balasan apapun, bahkan ucapan terima kasihpun. Bukannya saya sombong. But it's part of my job. Saya hanya minta usaha saya sedikit dihargai.

Ya, manusia memang berbagai macam.

Pada akhirnya saya hanya diam. Bersabar dengan harapan yang saya tabur belum waktunya untuk dituai. Sembari berintrospeksi, karena saya bukan manusia sempurna. Biarlah yang berkuasa yang akan memberikan jawabannya.

Dan menurut saya, quotes tersebut lebih tepat jika berbunyi :

"Apa yang kamu tabur sekarang, akan kamu tuai nanti, pada saatnya" - Farah Maulia

Tuesday, April 5, 2011

Here is my man.

I'll make different posting like before, don't know why I want to post it. But it doesn't mean that I am promoting my self and looking for someone who want to be My Man hahaha. Oh wait, yes I'm still looking for right now :D

Okay just to the point, I love a man who:

1. Loves sport
I can fall in love at first sight with a man who plays basketball well. Maybe it's because basketball is my favourite sport. But whatever kinds of sport it doesn't matter, like soccer or many more.

2. Loves music
Like blur's song, Music is my Radar. I love a man who loves music too. A man who can play drum, guitar or bassist well is so sexy for me. No, he must not a musician. He only need to know more about music. Sometimes, he can recommend me some new songs when I feel bored with my playlist.

3. Smart
For me the sexiest man is a smart man. It doesn't mean that he must be a professor, doctor or master. A man with wide knowledges who knows everything, at least hot topics or hot issues. A man who can take some debates with me. A man with his logical thinking who can focusing something blur from my idea or opinion.

4. Mature
Is a must for being my man. Mature can't be represented with his age. Age isn't guarantee that someone mature enough. So, elder than me is not important. If he has the same age with me no problem for me. So far he's mature. But I think he isn't younger than me :p

5. Likes wake up early
Maybe absurd, but I think If a man likes to wake up early, he's responsible enough with his life. He doesn't want to waste his time with stay up, then wake up in noon or afternoon. Many activity that he can do than sleep.

Hmm maybe that's enough to represent how my man is. It's random so no priority :)

Monday, April 4, 2011

Just Feel Better.


And I can't find my way
  Dude, I need a change
And I do anything to just feel better
Any little thing that just feel better

I'm gonna try anything to just feel better...

I'm not brave enough to take some risks
From this time...


I'm quit.

Sunday, April 3, 2011

In my place.


I'm on my place
The place that I worried before
And now I've stepped it
Step it with full of doubt

I have 2 options,
Keep on step and see what's on in the end
Or I have to return and looking for the safe one

Am I able enough to take the risk?

Monday, March 21, 2011

When we were young.


It almost 10 years ago, and I always missing it.

6 tahun kami tumbuh bersama. 6 tahun kami belajar mengenal persahabatan. 6 tahun menjadikan kami sudah seperti saudara. Dan begitu waktu itu datang, kami semua harus terpisahkan untuk menuju jenjang yang lebih tinggi lagi.

Begitu banyak kenangan di Sekolah Dasar itu yang tidak akan terlupakan begitu saja olehku. Persahabat yang tulus, karena pikiran kami yang masih cenderung polos dan cinta monyet yang terkadang lucu jika diingat-ingat kembali.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, semua menjadi berubah. Semuanya sudah tidak seperti dulu lagi. Banyak perubahan yang mempengaruhi pertumbuhan kami. Ada yang tumbuh menjadi lebih baik, namun ada yang sebaliknya. Semuanya kembali kepada pribadi masing-masing untuk memilih yang mungkin menurut dirinya adalah yang terbaik. Aku tidak mengatakan itu salah, hanya saja mungkin dari kacamataku itu kurang tepat. Tapi sekali lagi, mereka yang berhak menentukan apa yang terbaik buat mereka. Walaupun mungkin untuk sebagian besar itu salah.

Banyak orang mengatakan bahwa pengalaman SMA adalah yang terbaik. Dan sebagian orang mengatakan Masa Perkuliahan adalah yang paling menyenangkan. Tapi entah kenapa bagiku Masa SD adalah yang paling berarti. Tapi bukan berarti yang lainnya tidak berarti. Hanya saja saat itu adalah permulaan dimana aku mulai mengetahui hidup ini. Dan belajar tentang hidup ini. 

Aku selalu merindukan masa itu. Dan ingin rasanya mengulang semuanya kembali. Tapi waktu terus berjalan. Itulah kenyataannya.

- Everybody's changing and I don't know why -

Monday, February 28, 2011

Superb February.

February will over soon. I'll miss my 2011, February. It was so wonderful for me. Too much memories in this month. Too much important things in this month. This is it.

My Birthday

My thesis & examination were done :) 

Unforgetable Do-fun

Okay March waiting me and I'm ready to face it. Break a leg! :D